Novel Camellia Karya Bambang Suharno

Terinspirasi dari lagu Camellia karya Ebiet G Ade yang melegenda di tanah air.

Disusun Untuk Menghargai Karya Ebiet G Ade

Sang Maestro yang menghasilkan puisi dan laku yang tak lekang oleh zaman

Di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan

Aku Harus menyepi untuk menggali jawaban yang tersembunyi

Dunia yang gemerlap

Hanyalah hiasan

Kadang kita perlu menikmati

Sejenak tentang makna hidup yang belum kita ketahui

Tampilkan postingan dengan label cita-cita kecil si anak desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cita-cita kecil si anak desa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2015

Cita Cita Kecil Si Anak Desa

Aku pernah punya cita-cita hidup jadi petani kecil

Tinggal di rumah desa dengan sawah di sekelilingku
Luas kebunku sehalaman 'kan kutanami buah dan sayuran
Dan di kandang belakang rumah kupelihara bermacam-macam peliharaan
...........................................................................................

............................................................................................
Desaku pun pasti mengharap aku pulang
Akupun rindu membasahi bumi dengan keringatku
Tapi semua itu hanyalah tergantung padaNya jua
Tapi aku merasa bangga setidak-tidaknya ku punya cita-cita
(Cita-Cita Kecil si Anak Desa, Ebiet G Ade)

"Aku ingin jadi polisi, aku ingin jadi tentara, aku ingin jadi dokter, aku ingin jadi insinyur, aku ingin jadi guru". Itulah jawaban khas anak-anak tatkala ditanya tentang cita-cita. Mulai dari aku kecil, tahun 1970an hingga sekarang tahun 2015an, jawabannya kurang lebih sama. Setahu saya tidak ada pelajaran khusus tentang cita-cita, tapi penjelasan tentang kebanggaan menjadi dokter, polisi, tentara, insinyur cukup jelas di benak anak-anak sehingga memilik daya tarik tersendiri.

Di desaku, dimana hampir 100 persen penduduk adalah petani, teman-teman saya di SD hampir semuanya "mengaku" bercita-cita menjadi petani. Hanya satu dua orang berani menyatakan cita-cita menjadi guru. Satu dua ingin menjadi tentara (dulu disebut ABRI). Tak ada satupun yang berani bercita-cita jadi dokter atau insinyur.